Jumat, 28 April 2017
LATIHAN SOAL-SOAL DAN KUNCI JAWABAN KELAS 6 SD TERBARU 2017
Berikut saya pos file latihan soal-soal untuk kelas 6 ...
Senin, 11 Mei 2015
Pengertian C1-C6 dalam Ranah Kognitif
Ranah Kognitif
Tujuan kognitif atau Ranah kognitif adalah ranah yang
mencakup kegiatan mental (otak).
Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktifitas otak
adalah termasuk dalam ranah
kognitif. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang
proses berfikir, mulai dari jenjang
terendah sampai jenjang yang tertinggi.yang meliputi 6
tingkatan:
1. Pengetahuan
(Knowledge), yang disebut C1
Menekan
pada proses mental dalam mengingat dan mengungkapkan kembali informasiinformasi
yang telah siswa peroleh secara tepat sesuai dengan apa yang telah mereka
peroleh sebelumnya. Informasi yang dimaksud berkaitan dengan simbol-simbol
matematika,
terminologi dan peristilahan, fakta-fakta, keterampilan dan prinsip-prinsip
Contoh:
Sebutkan contoh-contoh dari bilangan rasional dan irrasional.
2. Pemahaman
(Comprehension), yang disebut C2
Tingkatan
yang paling rendah dalam aspek kognisi yang berhubungan dengan penguasaan
atau
mengerti tentang sesuatu. Dalam tingkatan ini siswa diharapkan mampu memahami
ide-ide
matematika bila mereka dapat menggunakan beberapa kaidah yang relevan tanpa
perlu
menghubungkannya dengan ide-ide lain dengan segala implikasinya.
Contoh
: Jelaskan pengertian dari bilangan rasional dan irrasional.
3. Penerapan
(Aplication), yang disebut C3
Kemampuan
kognisi yang mengharapkan siswa mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka
berkenaan dengan sebuah abstraksi matematika melalui penggunaannya secara tepat
ketika mereka diminta untuk itu.
Contoh:
Tentukan nilai dari 18+72-8 = ………
4. Analisis
(Analysis), yang disebut C4
Kemampuan
untuk memilah sebuah informasi ke dalam komponen-komponen sedemikan
hingga
hirarki dan keterkaitan anta ride dalam informasi tersebut menjadi tampak dan
jelas.
Contoh
: Jumlah siswa SMK A 1400 orang, terdiri dari jurusan akuntansi, bisnis
manajemen,
perkantoran dan broadcasting. Bila jurusan akuntasi 200 orang, bisnis
manajemen
250 orang, perkantoran 450 orang dan sisanya broadcasting, maka
persentase
jumlah siswa jurusan broadcasting adalah ….
5. Sintesis
(Synthesis) , yang disebut C5
Kemampuan
untuk mengkombinasikan elemen-elemen untuk membentuk sebuah struktur yang
unik dan system. Dalam matematika, sintesis melibatkan pengkombinasian dan
pengorganisasian
konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika untuk mengkreasikannya
menjadi
struktur matematika yang lain dan berbeda dari yang sebelumnya.
Contoh
: Memformulakan teorema-teorema matematika dan mengembangkan struktur-struktur
matematika.
Contoh
: Manakah dari bilangan-bilangan berikut ini yang merupakan bilangan irrasional
a. 2
c. 4 e. 2
b. 0,
524389 d. 0,123123123
6. Evaluasi
(Evaluation), yang disebut C6
Kegiatan
membuat penilaian berkenaan dengan nilai sebuah ide, kreasi, cara, atau metode.
Evaluasi dapat memandu seseorang untuk mendapatkan pengetahuan baru, pemahaman
yang lebih baik, penerapan baru dan cara baru yang unik dalam analisis atau
sisntesis.
Contoh
: Jelaskan jenis-jenis himpunan bilangan asli beserta contohnya Keenam jenjang
berpikir yang terdapat pada ranah kognitif menurut taksonomi Bloom
Selasa, 18 Maret 2014
GERAKAN CINTA LINGKUNGAN
Nama : Endang Setiati
Kelas : XII IPA 4
No. Absen : 11
GERAKAN CINTA LINGKUNGAN
Assalamualaikum
Wr.Wb
Yang
terhormat Ibu Anik Tuniati,
dan
teman-teman yang saya cintai.
Marilah
kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan hidayahnya kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di sini dalam
keadaan sehat wal’afiat. Pada kesempetan kali ini saya akan memberikan sedikit
pesan tentang upaya menciptakan budaya cinta lingkungsan di kalangan
masyarakat.
Hadirin
sekalian,
Mari
kita ingat bahwa sebagai makhluk sosial, kebersihan merupakan salah satu
prioritas yang harus kita utamakan. Kebersihan merupakan cerminan identitas
diri kita yang sebenarnya. Jadi, apabila kita tidak suka menjaga kebersihan
maka kita tergolong masyarakat yang jorok. Sedangkan apabila kita suka meenjaga
kebersihan maka kita tergolong masyarakat yang sehat.
Hadirin
sekalian,
Sebagai
makhluk ciptaan Tuhan yang dibekali akal pikiran, hendaknya kita memiliki
kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan. Mari kita ciptakan budaya cinta
lingkungan. Semuanya dapat tercapai apabila kita melakukannya dari hal yang
terkecil, misalnya ;
1. Menjaga
lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat dengan tidak membuang sampah
sembarangan. Karena jika lingkungan kita bersih maka kita akan terhindar dari
berbagai macam penyakit.
2. Jagalah
kelestarian lingkungan dengan program penanaman seribu pohon yang telah
dicanangkan oleh pemerintah dan telah dimulai di sekolah kita saat penanaman
bibit pohon pada acara ulang tahun sekolah.
Dengan
demikian, selain lingkungan kita menjadi bersih dan sehat serta terhindar dari
banjir, alam sekitar juga akan menjadi asri dan indah.
Demikian
yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kehidupan kita. Terimakasih.
Wassamualaikum
Wr.Wb
LAPORAN KIMIA PENGAMATAN TEKANAN OSMOSIS PADA WORTEL
LAPORAN
KIMIA
PENGAMATAN
TEKANAN OSMOSIS
PADA
WORTEL

Disusun
oleh :
1.
Ayudika
Ngesti Hamdani (05)
2.
Endang
Setiati (11)
3.
Inayatus
Sholikhah (13)
4.
Siti
Khotimah (33)
Kelas
: XII IPA 4
SMA
Negeri 4 Pekalongan
Tahun
Pelajaran 2013/2014
MENGAMATI
GERAK OSMOSIS
PADA
WORTEL
A.
Tujuan
Mengamati peristiwa tekanan osmosis pada
wortel dengan larutan garam dapur pekat.
B.
Landasan
Teori
Osmosis
merupakan perpindahan ion atau molekul dari larutan hipotonis (konsentrasi
pelarut tinggi, konsentrasi zat terlarut rendah) ke hipertonis
(konsentrasi pelarut rendah, konsentrasi zat terlarut tinggi). Pada dasarnya,
osmosis termasuk peristiwa difusi yang melewati membran semipermeabel. Suatu
larutan memiliki tekanan osmotik tertentu yang dapat diukur menggunakan osmometer.
Larutan isotonik adalah suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain, sehingga tidak ada pergerakan air.
Larutan isotonik dengan larutan pada sel tidak melibatkan pergerakan jaringan molekul yang melewati membran biologis tidak sempurna. Larutan-larutan yang tersisa dalam kesetimbangan osmotik yang berhubungan dengan membran biologis tertentu disebut isotonik. Ini berbeda dengan larutan – larutan iso-osmotik yang tidak melibatkan pergerakan jaringan molekul ketika dipisahkan oleh membran semipermeabel. Sebuah larutan yang mempunyai konsentrasi garam yang sama contohnya sel-sel tubuh yang normal dan darah. Hal ini juga berbeda dengan larutan hipertonik ataupun larutan hipotonik. Minuman isotonik dapat di minum untuk menggantikan fluida dan mineral yang digunakan tubuh selama aktifitas fisik.
Larutan hipotonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah (tekanan osmotik lebih rendah) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke dalam sel. Dengan menempatkan sel dalam lingkungan hipotonik, tekanan osmotik menyebabkan jaringan mengalirkan air ke dalam sel, sehingga menyebabkan sel pecah dan tidak berfungsi.
Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (tekanan osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke luar sel. Dalam lingkungan hipertonik, tekanan osmotik menyebabkan air mengalir keluar sel. Jika cukup air dipindahkan dengan cara ini, sitoplasma akan mempunyai konsentrasi air yang sedikit sehingga sel tidak berfungsi lagi.
Larutan isotonik adalah suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain, sehingga tidak ada pergerakan air.
Larutan isotonik dengan larutan pada sel tidak melibatkan pergerakan jaringan molekul yang melewati membran biologis tidak sempurna. Larutan-larutan yang tersisa dalam kesetimbangan osmotik yang berhubungan dengan membran biologis tertentu disebut isotonik. Ini berbeda dengan larutan – larutan iso-osmotik yang tidak melibatkan pergerakan jaringan molekul ketika dipisahkan oleh membran semipermeabel. Sebuah larutan yang mempunyai konsentrasi garam yang sama contohnya sel-sel tubuh yang normal dan darah. Hal ini juga berbeda dengan larutan hipertonik ataupun larutan hipotonik. Minuman isotonik dapat di minum untuk menggantikan fluida dan mineral yang digunakan tubuh selama aktifitas fisik.
Larutan hipotonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah (tekanan osmotik lebih rendah) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke dalam sel. Dengan menempatkan sel dalam lingkungan hipotonik, tekanan osmotik menyebabkan jaringan mengalirkan air ke dalam sel, sehingga menyebabkan sel pecah dan tidak berfungsi.
Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (tekanan osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke luar sel. Dalam lingkungan hipertonik, tekanan osmotik menyebabkan air mengalir keluar sel. Jika cukup air dipindahkan dengan cara ini, sitoplasma akan mempunyai konsentrasi air yang sedikit sehingga sel tidak berfungsi lagi.
C.
Alat dan Bahan
1.
Alat
· Baskom
· Sendok
2.
Bahan
· Wortel
· Garam
· Air
D.
Cara Kerja
1.
Membuat larutan garam dengan takaran 9 : 1 pada
air dan garam.
2.
Masukan wortel
kedalam larutan garam.
3.
Diamkan selama kurang lebih 6 jam.
4.
Amati perubahan ukuran wortel pada larutan garam
setiap 6 jam sekali.
E.
Data Pengamatan
Berdasarkan pengamatan wortel yang berisi larutan garam pekat, wortel
akan menyusut (mengkerut) dari ukuran
sebelumnya setelah ± 6 jam kemudian. Berikut
kami sertakan data pengamatannya.
|
No
|
Bahan
|
Waktu
|
Perubahan yang terjadi
|
|
1.
|
Wortel
|
6 jam
|
-Sedikit mengkerut
-Larutan garam berkurang sedikit
|
|
2.
|
Wortel
|
12 jam
|
-Lumayan mengkerut
-Larutan garam lumayan berkurang
|
|
3.
|
Wortel
|
18 jam
|
-Mengkerut
-Larutan berkurang agak banyak
|
|
4.
|
Wortel
|
24 jam
|
-Sangat mengkerut
-Larutan garam berkurang banyak
|
F.
Kesimpulan
Osmosis merupakan bergeraknya air dari
larutan yang konsentrasinya lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi.
Dalam praktikum yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa wortel yang
dimasukkan ke dalam larutan garam mengalami penurunan berat dari berat semula.
Hal ini dikarenakan air yang berada dalam bahan memiliki konsentrasi lebih
rendah dari konsentrasi larutan diluarnya sehingga air yang berada dalam wortel
tersebut bergerak ke larutan di luarnya.
G.
Lampiran
|
|
|



|
|
|



DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)